Archive for the ‘Nasehat Ulama’ Category

h1

Hasad

21 Agustus 2009

Hasad, artinya membenci datangnya nikmat Allah kepada seseorang hamba, bukan berarti mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain. Bahkan, dia adalah ketidaksenangan seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada selainnya. Maka ini adalah hasad, baik jika dia mengharapkan hilangnya nikmat itu atau tetap ada, akan tetapi dia membenci hal itu.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, beliau berkata:

“Hasad adalah kebencian seseorang atas nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.”

Orang yang hasad akan terjerumus ke dalam beberapa bahaya berikut:

  1. Dia  membenci apa yang telah Allah tetapkan. Karena kebencian dia terhadap nikmat yang Allah berikan kepada seseorang berarti kebencian terhadap apa yang telah Allah tetapkan baginya dan menentang keputusan Allah.
  2. Sesungguhnya hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api akan memakan kayu bakar. Karena umumnya orang yang hasad akan berbuat aniaya kepada orang yang didengkinya dengan cara menyebut-nyebut apa yang dibencinya dari orang itu dan berusaha agar orang-orang menjauhi orang tersebut dan berusaha menurunkan martabat orang itu di mata manusia dan sebagainya.
  3. Hati orang yang hasad akan merasakan kesedihan, rasa panas dan api yang akan memakannya. Maka setiap kali dia melihat nikmat dari Allah atas orang yang ia dengki, dia akan berduka dan dadanya akan terasa sempit, lalu ia akan mengawasi orang tersebut.

Kesimpulannya, bahwa hasad merupakan akhlak tercela, tetapi amat disayangkan, sifat ini banyak ditemui di kalangan ulama dan para penuntut ilmu, antara para  pedagang, para pebisnis terhadap saingannya, dan yang lebih disayangkan adalah antar ulama dan para penuntut ilmu. Padahal, mereka adalah orang-orang yang mestinya menjadi manusia yang paling jauh dari sifat hasad dan manusia yang paling dekat dengan kesempurnaan akhlak.

Engkau wahai saudaraku, jika dirimu melihat Allah telah memberikan nikmat kepada seseorang dengan suatu kenikmatan, maka berusahalah agar engkau pun seperti itu, janganlah membenci orang yang diberi nikmat itu, lalu ucapkanlah:

“Ya Allah, tambahkan kepadanya dari karunia-Mu dan berikan kepadaku yang lebih utama dari apa yang Engkau  berikan kepadanya.”

——————————————————

 (Disadur dari nasehat Syaikh Shalih Utsaimin)

h1

Nasehat Imam Abu Hanifah

20 Agustus 2009

Nasehat Imam Abu Hanifah kepada murid-muridnya:

  1. Ketika mendengar seruan adzan hendaklah segera ke masjid supaya orang banyak tidak mendahului kamu.
  2. Jangan mendirikan rumah berdekatan dengan kediaman raja.
  3. Jagalah rahasia-rahasia tetangga dan jangan menyebarkan rahasia-rahasia orang banyak, dan jika sekiranya mereka meminta pendapat, sampaikanlah kepada mereka.
  4. Hendaklah berbudi pekerti dan janganlah berlebih-lebihan tentang hidup di dunia.
  5. Bersikap baik dan jangan bersikap jelek sekalipun engkau seorang miskin.

(Disadur dari buku “Sejarah dan Biografi Empat Imam Mazhab”)

h1

Musyawarah

13 Agustus 2009

Umar ibn Al-Khattab r.a berkata, ” Manusia dalam bertindak terbagi kepada tiga golongan.  Pertama, orang yang jernih dan luas pikirannya dan mampu menyelesaikan semua masalah yang dihadapinya dengan bijak. Kedua, orang yang selalu bermusyawarah dengan orang lain dalam menyelesaikan masalah-masalahnya yang pelik, ia menerima dan mendengar pendapat orang-orang bijak. Ketiga, orang yang tidak bijak lagi binasa, ia tidak mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik dan tidak pula sudi mendengar pendapat orang bijak.”

Saif  ibn Dzi Yazan berkata, “Orang yang merasa pendapatnya paling benar tidak akan bermusyawarah, dan orang yang keras kepala tidak akan menemukan pendapat yang benar.”

h1

Sabar

13 Agustus 2009

Ali ibn Abi Thalib r.a. berkata kepada Al Asy’ats ibn Qais, “Sesungguhnya jika Anda bersabar, takdir Allah berlaku kepada diri Anda, sedangkan Anda memperoleh pahala. Sebaliknya, jika Anda gelisah dan berkeluh kesah, takdir Allah berlaku juga pada diri Anda, sedangkan Anda memperoleh dosa.”