h1

Teriakan Kami

28 Desember 2009

Kami tahu kami tidak punya apa-apa

Kami tahu kami hanya manusia kecil

di tengah-tengah peradaban yang katanya kaya raya

Kami tahu kami dianggap rendah

dibandingkan pria-pria berdasi yang katanya terhormat

Dan kami juga tahu kami terlalu bodoh

untuk mengerti peraturan dan lalu lintas negara

Tapi dari tanah ini kami mulai merangkak

Dari tanah ini kami mulai menapaki hidup

Dari tanah ini kami mulai menanam harapan

Dan dari tanah ini kami menuainya

Tanah yang sama dengan tanahmu

Sama dengan asalmu

Pesisir pantai

Lereng gunung

Bukit batu,

Warisan kami yang terus saja kau gerus

Gerus hingga kau merasa cukup

Tapi sampai kapan?

Bahkan burung hantu pun lelah menunggu

Jangkrik pun enggan berteriak

Dan kunang-kunang pun padamkan diri

Walau kami hanya pengipas daging asap

Pemecah batu penggulung ombak

Penginjak lumpur berwangikan keringat

Kami tetap bagian dari semesta

dan kami bukan hanya untuk bahan berita

Ketika busung lapar menjadi tubuh wajah-wajah kecil

Atau gubuk reot ambruk mengaliri sungai yang tidak lagi jernih

Atau banjir yang membuat hidup kami lebih dangkal

Sekali lagi, bukan untuk berita.

Siapapun kami, apapun kami, kemana pun kami berlari

Kami tetap jasad yang berhati…

Iklan

One comment

  1. welcome back sist… udah lama nggak ada kabarnya. Puisinya bagus. Tapi kok kayaknya ada yang kurang ya. Kalo kata juri Idol sih, feel nya kurang dapat gituu..

    hehehe… sori. bagus kok.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: